RSS

Pages

Minggu, 13 Januari 2013

ELISITASI KEBUTUHAN



Elisitasi kebutuhan adalah sekumpulan aktivitas yang ditunjukkan untuk menemukan kebutuhan suatu sistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem dan pihak lain yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sistem (Sommerville and Sawyer 1997). Sejalan dengan proses rekayasa kebutuhan secara keseluruhan, elisitasi kebutuhan bertujuan untuk (Leffingwel, 2000) :

1.       Mengetahui masalah apa saja yang perlu dipecahkan dan mengenali batasan-batasan sistem.
2.       Mengenali siapa saja para pemangku kepentingan.
3.       Mengenali tujuan dari sistem yaitu sasaran-sasaran yang harus sistem.
Tahap elisitasi termasuk tahap yang sulit dalam spesifikasi perangkat lunak. Secara umum kesulitan ini disebabkan tiga masalah, yakni : masalah cakupan, masalah pemahaman, dan masalah perubahan (Nuiseibeh and Eastbrook, 2000). Ketiga masalah tersebut muncul karena (Sommerville, 2007) :
1.       Pemangku kepentingan sering tidak mengetahui apa ynag diinginkan dan mengungkapkan keinginannya dalam kalimat yang umum.
2.       Pemangku kepentingan mengungkapkan permintaan dalam istilah bidang pekerjaannya, sehingga perekayasa kebutuhan yang tidak memiliki pengalaman di bidang kerja pemesan harus memahami permintaan tersebut.
3.       Beberapa pemangku kepentingan memiliki permintaan yang berbeda-beda yang dinyatakan dalam cara yang berbeda pula.
4.       Faktor politik dapat mempengaruhi kebutuhan sistem.
5.       Lingkunagn bisnis dan ekonomi yang bersifat dinamis.
Seorang analisi kebutuhan harus dibekali landasan teori ilmu social dan teknik praktik elisitasi kebutuhan yang baik. Ilmu social tersebut antara lain (Nuseibeh and Eastbrook, 2000):
1.       Cognitive Psychology, yang menekankan tentang kesulitan seseorang dalam mndeskripsikan kebutuhannya.
2.       Antropologi memberikan pendekatan metodologis untuk mengamati kegiatan manusia yang membantu pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana sistem komputer mambantu atau menggangu kegiatan.
3.       Sosiologi memberikan pemahaman tentang perubahan politik dan budaya disebabkan oleh kompeterisasi.
4.       Ilmu bahasa sangat penting karena elisitasi kebutuhan berkutat pada komunikasi.

Model Elisitasi Kebutuhan

Gambar dibawah ini adalah ilustrasi dari model proses elisitasi dan analis secara umum. Aktivitas-aktivitas yang digambarkan dalam model tersebut diilustrasikan sebagai suatu spiral dimana proses berjalan dari cincin terdalam menuju cincin terluar spiral.

Gambar. Elisitasi kebutuhan dan proses analisis

1.       Penemuan Kebutuhan
Ini adalah proses interaksi dengan para pemangku kepentingan sistem untuk mengumpulkan kebutuhan mereka. Ranah kebutuhan dari para pemangku kepentingan dan dokumentasi juga didapatkan selama aktivitas ini.
2.       Pengelompokan dan pengorganisasian kebutuhan
Aktivitas ini mengoleksi kebutuhan yang belum terstrukturkan, mengelompokkan kebutuhan yang saling terkait, dan kemudian mengorganisasikannya ke dalam kelompok yang koheren .
3.       Prioritas dan negosiasi kebutuhan
Dalam tahapan ini, aktivitas manajemen yang dilakukan adalah analisis risiko dari masing-masing kebutuhan, yang meliputi penilaian risiko serta identifikasi control yang dapat diterapkan untuk mereduksi risiko dari setiap kebutuhan.
4.       Dokumentasi kebutuhan
Dalam tahapan ini, aktivitas manajemen yang dilakukan adalah validasi dan pengembangan sistem.

Win-Win Spiral Model

Model ini diinisialisasi dengan mengidentifikasi pemangku kepentingan serta menetapkan kondisi-kondisi menang dari masing-masing pemangku kepentingan tersebut. Kemudian perekayasa kebutuhan mendeteksi etiap kemungkinan munculnya konflik dari kondisi-kondisi tersebut dan mengarahkan para pemangku kepentinagan yang terlibat dalam konflik tersebut untuk menemukan resolusinya, baik melalui negosiasi dan kompromi. Dari hasil proses tersebut muncullah spesifikasi sistem, yang merupakan kondisi-kondisi menang yang tidak konflik serta hasil kompromi tadi. Pada akhirnya, setelah para pemangku kepentingan menyetujui atau menyepakati spesifikasi yang telah dibangun bersama, maka proses ini diakhiri. Dari situlah kemudian iterasi baru dimulai kembali.

I*Frame

Kerangka ini memiliki dua komponen utama, yaitu model kebergantungan strategis dan model rasional strategis. Model kebergantungan strategis merepresntasikan sejumlah kebergantungan antar actor-aktor di dalam suatu konteks organisasi. Sedangkan model rasional strategis merepresentasikan kebutuhan-kebutuhan serta perhatian dari para pemangku kepentingan.
Metode
Pro
Kontra
Win-Win Spiral
Resolusi konflik secara aktif
Sangat person oriented
Tidak ada pembatasan pada metode yang digunakan
Perkakas hanya sebgai basis pengetahuan
Hanya untuk metode yang ringan
I*Frame
Penekanan pada integrasi organisonal
Hanya dapat diterapkan pada awal sekali
Pemangku kepentingan sebagai actor yang direncanakan dalam proses rekayasa kebutuhan

Langkah-Langkah Elisitasi

Berikut ini merupaka  langkah-langkah untuk elisitasi kebutuhan (Sommerville and Sawyer, 1997) :
1.       Identifikasi orang-orang yang akan membantu menentukan kebutuhan dan memahami organisasi mereka.
2.       Menentukan lingkungan teknis kemana sistem atau produk akan ditempatkan.
3.       Identifikasi ranah permasalahan
4.       Menentuka satu atau lebih metode elisitasi kebutuhan
5.       Meminta partisipasi dari banyak orang sehingga mereduksi dapmpak dari kebutuhan yang bias yang teridenfikasikan dari sudur pandang yang berbeda.
6.       Mengidentifiakasikan kebutuhan yang ambigu dan menyelesaikannya
7.       ,Membuat scenario penggunaan

Viewpoints

Viewpoints atau sudut pandang adalah pihak-pihak yang meinta atau menggunakan layanan yang diberikan atau disediakn oleh sistem. Ada 3 viewpoints yang umum :
1.       Interactor viewpoints yaitu orang atau sistem yang lain yang berinteraksi secara langsung dengan sistem.
2.       Indirect  viewpoints yaitu pemangku kepentingan yang tidak menggunakan sistem tetapi mempengaruhi jalannya sistem.
3.       Domain viewpoints yaitu karakteristik ranah dan batasan yang memengaruhi kebutuhan sistem.




source :  Daniel Siahaan.(2012).Analisa Kebutuhan Dalam Rekayasa Perangkat Lunak.Yogyakarta:Penerbit Andi

0 komentar:

Poskan Komentar

Friends